How to raise a child?


Berawal dari beberapa kali obrolan antara saya dan ibu saya dengan tema yang sama yaitu kenapa anak dijaman sekarang tidak sesopan anak-anak jaman dahulu? terutama dalam hal berkomunikasi, baik kepada yang lebih tua atau sesamanya..

Kami beberapa kali membahas hal tersebut, yang kemudian dihubung-hubungkan dengan kehidupan masa kecil kami dahulu. Lalu berakhir dengan kesimpulan kalau anak-anak jaman dulu itu dibesarkan di pedesaan atau di daerah.. begitu kata ibu, ya jaman kecil ibu dulu hampir semua wilayah masih pedesaan kecuali Jakarta yah bu.

Saya pun setuju, kebetulan saya besar di lingkungan yang jauh dari kota besar, penikmat alam pedesaan dan juga suka memperhatikan bagaimana orang-orang daerah-pulau jawa bagian pedesaan-berinteraksi.

Secara sederhana, saya mau coba jabarkan apa saja yang sebetulnya disuguhkan oleh kehidupan di desa, terutama mungkin yang dekat dengan daerah pegunungan.

Pertama, ketenangan. Semua pasti setuju kalau kehidupan di desa identik dengan ketenangan, hal tersebut secara tidak langsung mempengaruhi kondisi psikis penduduknya dalam hal emosi, dan juga dapat berpengaruh terhadap tingkat ketekunan seseorang. Kebanyakan dari mereka juga lebih legowo, kalau lagi di daerah pedesaan jawa suka merhatiin kan gimana cara mereka ngobrol, aluuss.. baik ke sesama apalagi kepada yang lebih tua. Disana orang tua sangat disegani. Mereka sangat berhati-hati dan menghormati lawan bicaranya, selain dengan nada bicara yang pelan dan sopan, ditunjukan juga dengan gesture dan tatapan mata yang ditundukan, kira-kira begitulah kehidupan di desa yang juga identik dengan budaya kesopanan–penuh unggah-ungguh (tata krama).

Lalu, dalam hubungan sosial banyak sekali yang bisa kita perhatikan, beberapa diantaranya seperti tolong-menolong, gotong royong dan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang. Hal-hal yang berhubungan dengan kebersamaan serta kepedulian antar sesama (berempati) masih sangat lekat bagi penduduk desa. Hal lain yang sangat saya sukai dari kehidupan di desa adalah sikap hangat dan keramahan-nya, kadang meskipun tidak kenal kita tetap bisa nyaman berinteraksi dengan mereka, seperti tidak ada kecurigaan antar sesama. Hidup mereka terlihat sederhana dan bahagia. Alhamdulillah saya yang aslinya cuek bebek ini, berkat dibesarkan di lingkungan pedesaan yang hangat jadi sedikit ketularan.

Selain itu, kehidupan di desa juga mengasah kreatifitas. Tanpa fasilitas kemudahan, kesulitan yang dihadapi menuntut mereka untuk lebih kreatif, contohnya dalam hal bermain mereka jadi mengeksplor hal baru maupun menciptakan mainan baru dari bahan-bahan disekitarnya. Hal tersebut dapat merangsang kemampuan kognitifnya yang berhubungan dengan Kecerdasan Kreatifitas (Creativity Quotient). Kesulitan serta keterbatasan yang dihadapi disana juga menuntut mereka untuk berjuang lebih gigih.

Selain mengajarkan tentang kegigihan, kehidupan desa yang lekat dengan alam dapat mengasah kepekaan terhadap alam sekitar yang berhubungan dengan Kecerdasan Alam (Naturalist Intelligence) sehingga timbul kepedulian terhadap alam. Mereka yang memiliki kecerdasan alam mampu meneliti gejala alam, mengklasifikasi, dan mengidentifikasi, baik itu berhubungan dengan hewan, tumbuhan, maupun lingkungan disekitarnya.

Dan yang terakhir, kehidupan di desa menyuguhkan udara yang sejuk sehingga membuat pernafasan lebih fresh, hal ini berpengaruh baik terhadap kesehatan tubuh kita. Selain udaranya yang sejuk dan alami, kehidupan desa membuat kita lebih banyak bergerak, salah satunya dengan berjalan kaki.

Dari beberapa hal diatas, tanpa kita sadari atau mungkin kita anggap remeh, kehidupan di desa atau di lingkungan yang jauh dari perkotaan besar menyuguhkan banyak nilai-nilai baik yang dapat membentuk karakter positif anak-anak, serta melindunginya dari pengaruh negatif sebelum kognitifnya mampu mengenali hal baik dan buruk.

It takes a village to raise a child.

-Traditional African Proverb

Referensi: Multiple Intelligent Kecerdasan Naturalis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s