Masalah adalah ‘proses’ pembelajaran kita


“Masalah bukan untuk menghancurkan kita.”

Masalah adalah hikmah yang belum ditemukan. Bisa ditemukan dengan cara melihat masalah tersebut dari banyak sisi yg positif dan dengan cara berpikir jauh kedepan.

Kita coba salah satu cara konkritnya ya, disetiap kita dihadapkan dengan permasalahan yang belum tahu bagaimana solusinya, bertanyalah pada hati..

“Apa yang ingin Allah ajarkan melalui masalah yg sedang ku hadapi ini? Allah pasti menyelipkan pelajaran dibaliknya, pasti ada.”

Cara diatas adalah cara berpikir secara general (overview), melihat sesuatu secara keseluruhan sehingga tidak hanya terfokus pada satu bagian, yaitu masalah itu sendiri. Akal yang dilatih untuk melihat permasalahan secara general akan membantu kita bersikap lebih bijaksana. am I look bullshit? try!

Kalau begitu, hidup bukan tentang menghindarkan diri dari permasalahan kan? ibarat sedang sekolah, masalah adalah materi pelajarannya, iya betul, materi pelajaran yang penyajiannya sejenis soal cerita.

Kadang kita terlalu mengkhawatirkan sesuatu hal, bisa karena belum paham atau mungkin sedang lupa dengan konsep diatas. Misal kekhawatiran orang tua kepada anaknya yang kebanyakan dari mereka berpikir seperti ini.. anakku tidak boleh mendapatkan perlakuan seperti ini.. seperti itu.. dan bla bla bla.. nanti bisa sedih, bisa kesulitan bisa ini dan itu.. atau, jangan disekolahkan disitu,nanti akan berdampak begini dan begitu.. bla bla bla dan sebagainya..

Padahal, disisi lain ada anak yg hidup dengan cara yang mungkin lebih bebas, tanpa mendapat kekhawatiran berlebihan dari orang tuanya, tapi hasilnya ia bisa tumbuh menjadi anak dengan karakter yang lebih berempati dan lebih tangguh. Setelah selidik punya selidik, ternyata si anak itu bisa menjadi tangguh bukan karena terhindar dari permasalahan hidupnya. Bisa dikatakan dia adalah anak yg malah berhadapan dengan masalah-masalah yang mungkin seharusnya belum dialami anak seusianya.

Coba perhatikan, banyak contoh mengenai hal seperti ini disekitar kita. Kesimpulannya.. bukan kesulitan, kepahitan, perlakuan buruk dari orang lain, dan berbagai masalah yang datang dalam hidup kita yang membuat kita jatuh. Ini tentang cara berpikir dan cara hati kita merasakan, lalu memilih tindakan. Apapun inputnya, penentu outputnya ada di proses. Ajarkan anak-anak berproses (menguraikan masalah) dengan cara yang baik dan benar.. tidak mudah memang, saya juga masih belajar. Semoga berhasil!

Tulisan ini disponsori oleh: I stand on child side, they’re our next generation (makin kesini daya tahan emosi anak-anak semakin rendah. tanya kenapa)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s