Memahami suara hati anak-anak


Setelah mengingat-ingat jaman ngajar di sekolahan beberapa bulan lalu, saya jadi tau kalau ternyata saat mengajar dikelas perhatian saya lebih teralihkan kepada anak-anak yang ‘kata orang-orang besar’ itu paling nakal..anak-anak yang ‘kata orang-orang besar’ itu pendiem banget..anak-anak yang ‘kata orang-orang besar’ itu paling males..pokoknya anak-anak yang ‘kata orang-orang besar’ suka nilai gitu deh!

Saat itu dalam hati saya berbicara kalau anak-anak itu hanya belum mampu mengkomunikasikan isi hatinya, seperti kesulitan maupun ketidaksetujuannya pada suatu hal yang kemudian malah diungkapkan dalam sikap-sikap yang kurang tepat seperti penilaian-penilaian orang-orang besar tadi.
Heemmh.. andai saja saya bisa memahami apa yang ada dalam benak anak-anak itu, kemudian saya bantu sampaikan pada orang-orang besar disekitarnya.. bagaimana caranya.. anak-anak kan belum pernah menjadi orang besar, kenapa harus mereka yang memahami keinginan atau cara berpikir orang besar? sedangkan orang tua pernah mengalami masa kanak-kanak, seharusnya mereka lebih bisa memahami bagaimana kehidupan anak-anak..

Bisakah mereka sedikit merendahkan hati untuk memahami perasaan anak-anak disekitarnya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s