Amanah itu bernama ‘anak’


Anakku, kau adalah amanah kami. Kami tidak akan berjanji untuk selalu mengiringimu disetiap langkahmu, karena itu akan membuatmu rapuh dalam menyongsong masa depan.

Ada kalanya kami akan menjagamu sekuat jiwa raga ini, saat kau belum mampu mengoptimalkan fungsi-fungsi tubuhmu. Namun ada kalanya kami hanya bisa menjagamu dengan nasehat, doa dan kepercayaan, yaitu saat kehidupan menyadarkan bahwa ternyata tangan dan kaki ini memiliki batas.. bahwa kau adalah makhluk kesayangan-Nya yang hanya dititipkan kepada kami.

Kasih sayang-Nya terhadapmu jauh lebih besar dibanding yang kami berikan, nak.
Dia lebih mampu mengetahui isi hatimu,
Dia lebih mampu mengawasi setiap detik dan langkah hidupmu sejauh apapun itu,
Dia lebih mampu melindungimu dari marabahaya-apapun itu.

Dia akan selalu ada untukmu.. Lebih dekat denganmu dari apapun dan siapapun, termasuk kami. Sehingga ketika kau menemui masalah hidup, kembalikan semua pada-Nya nak. Kami tetap akan ada disampingmu, tapi tentang keputusanmu tetaplah meminta ijin terlebih dahulu kepada-Nya.

Kami hanya orang yang diberikan kepercayaan oleh-Nya untuk mendidikmu, sehingga yang akan kami lakukan adalah mempersiapkan dirimu menjadi khalifah yang mampu bertanggung jawab atas segala tindakanmu kepada-Nya. Kepada Tuhan mu.

Maafkan jika kadang kami sedikit keras mengingatkanmu tentang hukum-hukum-Nya.

“Corat-coret mengeluarkan isi otak kalo suatu hari nanti dikasih amanah anak, mau saya tanamkan pemikiran seperti ini.. hehee..bisa gak yaa..let’s see”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s