Disepelekan atau Menyepelekan


Pernah merasa disepelekan? atau memang jelas-jelas disepelekan?

Dipandang sebelah mata?

Terus kita jadi bingung, sedih, atau malah berputus asa dan kemudian malah jadi tersugesti ikut-ikutan menyepelekan diri sendiri. Terus jadi meragukan kasih sayang Tuhan, merasa hidup ini tidak adil, merasa menjadi makhluk yang paling merana, merasa merasa deh pokoknya.

“Sekalipun semua manusia didunia ini menyepelekan kita, diri kita sendiri harus tetap percaya pada kemampuan diri serta tetap berpikir positif terhadap diri”.

Tahukah semakin kita merasa, semakin kita mendidik diri untuk menjadi apa yang sering kita rasakan. Itu dia bahayanya kalau kitaΒ  berpikir negatif. Padahal belum tentu yang mereka sepelekan dan tuduhkan itu benar kan? Tenang, siapa tahu itu hanya perasaan kita, atau.. jika memang jelas-jelas mereka menyepelekan kita, siapa tahu mereka pun hanya merasa. Merasa kalau kita lebih rendah sehingga mereka berani menyepelekan kita, atau merasa kalau mereka paling benar sehingga mereka menyalahkan kita.

Heran kalau melihat ada orang yang berani menyepelekan sesamanya, siapa dia? kita kan sama-sama manusia, lupa dia. Dia merasa lebih tua sehingga lebih berpengalaman dan hebat? atau seorang profesor? atau orang berhasil yang tanpa pernah melakukan kesalahan? Ini yang perlu diingat, tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan. Tidak ada manusia hebat sepenuhnya yang diciptakan Tuhan. Ingat, setiap manusia diciptakan Tuhan satu paket antara kelebihan dan kekurangan. Lantas, apa berhak kita memandang sebelah mata terhadap orang lain yang tidak berlaku seperti apa yang kita lakukan? Tuhan menciptakan kita lengkap dengan hati dan otak yang bersih serta baik. Percayalah. Berusahalah untuk tetap berpikir baik terhadap sesama, hargailah sekecil apapun kebaikan orang, dan pahamilah sebesar apapun kesalahannya.

Kehidupan ini adalah sebuah proses. Yang salah bisa memperbaiki kesalahannya, dan yang sepele bisa membesarkan dirinya. Semua itu akan terjadi jika kita saling mengasihi, mengingatkan, menghargai dan saling mendukung.

Tulisan ini dibuat sebagai renungan singkat. Untuk menyemangati jika ada yang sedang merasa disepelekan dan juga untuk mengingatkan diri yangΒ  masih sering tanpa sadar menyepelekan orang lain. Singkat namun semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s